Total Pageviews

Sunday, June 29, 2014

Beza

Selalu kita dengar ada orang tidak boleh berlakon atau menyanyi kalau suaminya menjadi audien.

Suami dan anak-anak tidak pernah menonton saya dalam persembahan deklamasi sajak sepanjang hidup ini. Mengacara majlis pun rasanya hanya adik yang pernah melihat ibunya di pentas. Pernah juga menyanyi tetapi rakamannya berjaya saya sorokkan. Saya melihat pun lucu, inikan pula kalau mereka yang menontonnya!

Si adik yang setia mengekori saya ke program sastera pernah melihat saya “membaca” sajak, bukan mendeklamasi. Mungkin tiga empat kali di acara-acara baca puisi yang saya terpaksa membaca sambil memegang naskah.

Yang betul-betul mendeklamasi dengan hafalan, mimik muka dan segala gaya memang tidak pernah. Nasib baik pun tidak pernah sebab saya tidak dapat membayangkan kalau tiba-tiba saya tergelak ketika sedang mendeklamasi sajak-sajak perjuangan.

Baru-baru ini saya sibuk menghafal sajak untuk satu acara. Saya hanya ada satu malam untuk menghafal beberapa rangkap sajak itu. Saya minta dia mendengar dan melihat kesesuaian intonasi dan gaya. Saya kata “kalau abang rasa mahu tergelak, abang pandang saja ke arah lain dan ketawa perlahan-lahan...”

Masalahnya, sepanjang saya mendeklamasi itu, dia asyik memandang ke arah lain!

Mungkin dia tak sanggup melihat mimik muka saya yang katanya pelik dan tidak menggambarkan rupa sebenar isterinya di alam nyata...hahaha.

Sudahlah begitu, apa yang terjadi ialah dia pula yang sibuk membaca sajak merapu-rapu. Tak sedap langsung! Hahahaha...

“Abang ada tengok orang baca sajak di tivi baru-baru ini. Kenapa dia baca begini ya...(dan dia mengajuk orang itu membaca)...”

Itulah beza saya dan dia. Perbezaan yang menyebabkan kami selalu berasa kagum dengan keunikan dan kepelikan dunia masing-masing.

No comments: